Sunday, 12 May 2013

Permisalan Teman Yang Baik Dan Teman Yang Buruk.


عن أبي موسي الأشعري t أن النبي r قال: «إنما مثل الجليس الصالح وجليس السُّوء كحامل المسك ونافخ الكير, فحامل المسك إما أن يحذيك وإما أن تبتاع منه وإما أن تجد منه ريحًا طيبة, ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك وإما أن تجد منه ريحًا منتنة» [رواه البخاري ومسلم].




Dari Abu Musa al-As'ari semoga Allah meridhainya, bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti panjual minyak wangi dan pandai besi, adapun penjual minyak wangi mungkin saja dia akan memberimu hadiah  (minyak wanginya) kalau pun tidak kamu bisa membelinya , jika tidak maka kamu akan mendapatkan darinya aroma wanginya. Adapun pandai besi bisa jadi bajumu akan terbakar olehnya, bila tidak kamu akan mendapati bau yang tidak sedap".   HR Bukhari dan Muslim.

Artinya menghadiahkan kepadamu.
  • Engkau membeli darinya. 
  • Ini adalah sebuah pengajaran yang sangat bermanfaat dan permisalan yang luar biasa, di mana Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam memisalkan seorang teman yang shalih dengan teman jelek, adapun temanmu yang shaleh akan memberimu ilmu atau pelajaran yang bermanfaat, perkataan yang jujur, membuatmu dahaga akan ilmu agama dan dunia, mengajakmu kepada kebaikan, melarangmu dari kemunkaran, mengajarimu untuk instropeksi diri, sehingga  akan menyibukkan dirimu dengan kebaikan dan akan memalingkan mu dari mencari aib orang lain.

        
Dan begitu juga apabila kamu mengingatkannya dan menasehatinya dia akan berterimakasih kepadamu, apabila kamu menghadiri majelisnya dia akan menghormatimu, apabila kamu tidak ada di sisinya dia akan menyebutmu dengan kebaikan, apabila kamu mengundangnya untuk kebaikan dia akan memenuhi undanganmu, dan apabila kamu membutuhkannya maka dia akan berusaha membantumu menyelesaikan urusanmu walaupun hal itu adalah berat,
        
Secara global teman yang shalih adalah bagaikan seorang guru, pendidik dan orang yang bisa di mintai bantuan kapan saja, karena nasehatnya, kebijaksanaannya, dan ucapannya adalah berfaidah, dia selalu mengajakmu kepada kebaikan dan keutamaan dengan perkataannya dan perbuatannya, maka bersungguh-sungguhlah kamu dalam menghadiri majlisnya, karena mereka termasuk kaum yang tidak ada kerugian apabila bermajelis dengan mereka.
       
Dan adapun teman yang buruk dia tidak akan mengajakmu kepada kebaikan, tidak melarangmu dari kejelekan, dan kalaupun dia melakukannya tentu karena memiliki maksud tertentu, bahkan dia akan berusaha menyesatkanmu, dan apabila kamu mengarahkannya kepada kebaikan dia akan berusaha memuaskanmu dengan kemarahan Allah, dan mengganti kemuliaanmu dengan kemaksiatan kepada Allah, dia tidak berusaha membantu kesulitanmu, memaksa agar kamu condong kepada dia dan kemauannya, serta gagasannya yang menyimpang, untuk membela perbuatanya yang mungkar dan  meremehkan. Maka hati-hati lah kamu dari duduk-duduk dengannya, karena sesungguhnya dia adalah termasuk kaum yang celaka yang tidak layak duduk-duduk bersama mereka.  


islamhouses.com

No comments:

Post a Comment